Rabu, 13 November 2019 0 komentar

KEMBALI, MENETAP



Fajar Bestari 
Aku Menemui Dari Ujung Batas Matahari
Dari Lemah Kekar dan Sinkronisasi
Bertujuan Bersatu Namun Berduri
Selalu Berkelana Namun Menyendiri
Menemukan Tetap Selalu Menjadi
Tahan Tiap Tahap
Fase Demi Fase
Ku Berlingkup
Saat Kuyup
Basah...
Angin Semerbab 
Hujan Semilirr..

..Kau Batas Palung Yang Meninggi..



MoYs. 24;04;2019
Rabu, 13 Februari 2019 0 komentar

TANPA

Tanpamu aku hanya sebuah afeksi tanpa asa.
Tanpamu aku hanya refleksi jutaan dosa.
Tanpamu aku hanya dimensi tingkat tiga.

Tanpa,

Meninggalkan rona merah dan genangan disudut mata.

Meninggalkan segala kenang dan gundah, atas derita sesak serta isak, di ranahmu;

pada langit gelap dan gulita.

yang lelap di sekap semesta.

—lstwrds
Sabtu, 26 Januari 2019 0 komentar

MENUNGGU TAPI TAK DI TUNGGU

Dia menggodamu
Dengan wajah lain di balik layar
Dia menggodamu
Dengan nama lain di layar
Dia terus menggodamu
Dengan hati yang di benamkan
Dia terus menggodamu
Dengan air mata tanpa bekas

Dia menahanmu
Dengan kata kata kemanisan
Dia menahanmu
Dengan rindu yang di buat buat
Dia menahanmu
Dengan alasan orang lain tak pantas

Dia menahanmu dengan menggodamu terus menggodamu...
Minggu, 06 Januari 2019 0 komentar

Sebab aku tanpamu takkan untuh

kepada tuan yang sederhana
tapi terlihat rumit dari mataku;

bantu aku meraba semesta
sebab aku masih buta
belum bisa membeda
mana luka, mana bahagia

lantaran seringnya
rasaku tak bisa merasa
dunia masih tanda tanya
hari ini kutertawa
besoknya kuratapi derita
hari ini kumelangit tinggi
besoknya kuterempas dalam

ajari aku cara mengecap hidup
aku tak bisa membeda
antara madu dan empedu
sebab seringnya
ketika kukecup kuntum bibirmu
berbagai rasa bersatu-padu

sesaat aku tergelak keras
lalu menangis karena cemas
sesaat aku merasa hangat
lalu menggigil karena kedinginan

bimbing aku mengenali warna
sebab pada teduhnya matamu
kadang terlalu abu-abu
kadang terlalu ramai oleh pelangi
kadang terlalu silau bagai mentari

temani aku mengarungi samudera
genggam aku saat aku remaja
rangkul aku saat aku dewasa
peluk aku saat aku tua
lalu taburkan bunga
saat aku selesai dengan damai

buat aku mempercayai arti setia
jangan berpindah
sebab akulah rumah
jangan jenuh
sebab aku tanpamu takkan utuh


—v-cyrrius
#KepadaRe
Selasa, 20 November 2018 0 komentar

Langkah dan Cara Menulis Puisi yang Indah (oleh: Asep Zefhy)

Langkah dan Cara Menulis Puisi yang Indah

Cara menulis puisi.
Pada kesempatan kali ini, saya akan uraikan untuk Anda bagaimana cara membuat puisi yang baik dengan penempatan bait dan baris yang benar sehingga akan tercipta sebuah karya sastra nan indah dan bermakna.
Pada dasarnya, menulis puisi itu mirip seperti halnya membuat cerpen.
Yaitu membutuhkan imajinasi, emosi serta kemampuan mengolah kata agar puisi yang dibuat menjadi karya sastra yang menyentuh hati.
Kalau diperhatikan, banyak orang berpikir bahwa “katanya” membuat puisi itu mudah. Dan bisa saja benar apa yang mereka pikirkan, jika : Mereka memang ahli menulis puisi.
Iya kan?
Namun apa jadinya jika Anda benar-benar pemula dan awam tentang puisi.
Tidak perlu khawatir, karena beberapa jam ke depan saya pastikan bahwa Anda akan mampu menciptakan sebuah karya puisi yang baik.
Serius..
Makanya lanjut terus baca artikel ini.
Menulis puisi mempunyai kemiripan dengan cara menulis lainnya.
Artinya, semakin sering Anda lakukan, maka semakin terasah kemampuan dan kepercayaan diri Anda dalam menulis.
Nah supaya lebih jelas dan mudah dipahami, di bawah ini saya rangkum beberapa cara menulis puisi khusus buat pemula.

Cara Menulis Puisi yang Baik dan Benar untuk Pemula

cara menulis puisi
3 Langkah ini akan memandu Anda menciptakan karya puisi hebat.
  1. Kreatif
  2. Tingkatkan kualitas puisi
  3. Jadikan puisi lebih hidup
Karena uraiannya lumayan panjang, silahkan bookmark halaman ini atau tekan Ctrl+Dpada keyboard komputer Anda supaya kapanpun Anda ingin melanjutkan membacanya tidak perlu repot lagi mencari.
Baik, kita mulai:

1. Kreatif

Kenapa menulis puisi harus kreatif?
Begini,
Sikap kreatif akan membawa siapapun menjadi lebih maju dibanding yang lainnya. Termasuk jika Anda lakukan dipelbagai hal dalam kehidupan.
Nah begitupun ketika membuat sebuah puisi, sikap kreatif akan membawa Anda pada kemudahan.
Saya kasih contoh sikap kreatif dalam menulis puisi.

A. Gali ide mulai dari Anda sendiri

Menulis puisi sering kali tercipta dari sebaris atau dua baris bait tulisan acak dan kadang tidak begitu jelas.
Namun selanjutnya Anda harus bisa mencoba menambahkan dengan menulis kata atau kalimat yang berhubungan dengan kalimat acak tadi.
Kira-kira seperti ini :
Ketika sinar mentari sepi dan kian memudar,Saat isyaratmu, dedaunan ..Siang seperti hendak tenggelam,Wahai lembayung senja, apakah malam segera menjemput?
Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk mendapatkan ide dari kalimat acak tadi, inilah pemicunya:
1. Cari dan perhatikan beberapa karya puisi, dari berbagai sumber yang berbeda.
Lalu ambil beberapa kalimat dari puisi-puisi tadi serta coba fokus untuk mencocokkan beberapa kalimat yang bisa berhubungan erat dengan kalimat acak yang Anda buat tadi.
2. Tuliskan apapun kata atau kalimat dan frase yang muncul di kepala saat Anda memikirkan ide tersebut.
Biarlah mengalir apa adanya, tulislah kalimat apapun yang muncul spontan dari dalam hati Anda.
3. Jika Anda menyadari, dari kalimat acak yang Anda buat pertama tadi kira-kira tema apa yang ada di dalamnya.
Misalnya, kalimat tadi berhubungan dengan keindahan alam atau seperti bait yang saya tulis mengenai lembayung senja.
Maka yang harus Anda lakukan adalah mengunjungi beberapa tempat yang indah di sekitar tempat Anda.
Pemandangan yang alami mungkin dapat menginspirasi Anda untuk menulis beberapa baris, meskipun mungkin belum sempurna.

B. Membaca dan mendengarkan

Mencari ide-ide puisi memang sulit.
Namun jika Anda mau melakukan beberapa hal di bawah ini, bisa jadi lebih memudahkan Anda.
1. Dengan membaca tentu saja dapat memberikan banyak ide, termasuk untuk Anda.
Carilah lirik lagu favorit Anda dan baca lirik tersebut layaknya puisi. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan banyak ide untuk menciptakan puisi karya sendiri.
2. Banyak puisi-puisi yang bisa langsung Anda dengarkan saat ini. Anda bisa mencarinya di internet, atau membeli CD Mp3 khusus puisi di toko-toko buku.
Perhatikan dan coba dengarkan dengan serius dan fokus kata-kata dalam puisi tersebut.

C. Tema yang cocok menurut Anda

Memilih tema puisi yang sesuai dengan hasrat Anda, tentu saja akan lebih memudahkan dalam menulis puisi.
Ketika menulis dengan keinginan dan hasrat Anda, coba pikirkan kenapa Anda memilihnya dan kira-kira siapa saja orang yang akan mendengarkan bahkan menonton puisi dengan tema pilihan Anda.

D. Sesuaikan gaya puisi dengan subjek Anda

Sebelumnya,
Saya akan menjelaskan secara singkat tentang jenis puisi, supaya Anda lebih memahami, sehingga lebih mudah cara menulis puisi ke depannya.
Puisi terbagi menjadi dua (2) jenis, yaitu :
  1. Puisi Lama yaitu puisi yang masih terikat dengan aturan-aturan, seperti : jumlah kata, jumlah baris dan rima.
  2. Puisi Baru yaitu bentuknya lebih bebas misalnya dalam jumlah baris, suku kata, maupun irama.
Baik,
Agar Anda lebih pintar dan tahu istilah-istilah dalam puisi, silahkan sempatkan untuk membaca artikel dibawah ini:
Dalam menyesuaikan gaya puisi yang ingin Anda ciptakan saat ini, sebagai penulis/penyair puisi pemula, abaikan dulu semua aturan dan gaya serta jenis-jenis puisi yang Anda sudah pelajari di atas.
1. Pada tahap awal ini saya ingin supaya Anda bisa menulis bebas gaya sesuai yang diinginkan dan Anda pikirkan.
2. Meskipun pilihannya mungkin tidak sejelas yang Anda pelajari tadi, bentuk puisi terbaik umumnya akan terwujud sendiri saat proses penulisan.
3. Menulis saja sesuai gaya dan hasrat secara mengalir dari pikiran Anda.

2. Tingkatkan kualitas puisi

Cara menulis puisi telah sampai pada tahap ini, saya beranggapan bahwa Anda telah menulis beberapa bait puisi, namun perjalanan tentu saja tidak sampai disitu.
Anda harus melakukan perbaikan kualitas dari puisi yang sudah Anda tulis tadi.
Ini penting.
Anda tidak akan bisa menciptakan karya puisi hebat jika mengabaikan langkah ini.

A. Pilih kata-kata yang tepat

1. Lakukan pemisahan kata-kata yang dianggap kurang penting.
Lalu ambil kata yang mengandung makna puisi lebih mendalam. Pilihlah kata tersebut dengan teliti.
Perbedaan antara kata yang berbunyi sama atau sinonim dapat mengarah pada permainan kata yang lebih menarik.
2. Jika sudah memisahkan dan mengambil kata yang mempunyai makna puisi yang lebih mendalam, saatnya Anda kembali menggabungkan beberapa kata hasil seleksi tersebut.
Gabungkan hingga menjadi kalimat yang sempurna.
3. Pisahkan lagi kata yang tidak terpakai, lalu tambahkan lagi kata-kata yang lain jika ada kalimat yang menurut Anda kurang enak dibaca.
Anda tentunya ingin terus memperbaiki puisi Anda hingga memiliki struktur kata yang kuat dan bermakna.

B. Gambar dan deskripsi sebagai tambahan kekuatan

Bukan hanya dalam menulis artikel berkualitas pada blog saja, penggunaan gambar dan deskripsi merupakan hal yang tidak dapat diabaikan juga dalam menulis puisi.
Hal ini sangat berguna sebagai tambahan kekuatan pada makna puisi tersebut hingga pembaca akan tenggelam saat membaca teks puisi tersebut.
Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi pertimbangan saat menulis deskripsi.
1. Puisi yang berkualitas tidak hanya memberikan imajinasinya terhadap pembaca, namun dapat menyajikan lebih dari itu.
2. Menggambarkan dengan lebih jelas merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Tunjukan pada pembaca dan pendengar apa yang Anda ingin sampaikan lewat puisi tersebut.
Ini adalah kata-kata yang menggambarkan hal yang Anda dengar, lihat, rasakan, sentuh, dan cium, sehingga pembaca dapat merasakan sesuai pengalaman mereka sendiri.
Perhatikan puisi di bawah ini,
Ketika sinar mentari sepi dan kian memudar,Saat isyaratmu, dedaunan ..Siang seperti hendak tenggelam,Wahai lembayung senja, apakah malam segera menjemput?
Kata “sepi dan kian memudar” memberikan kekuatan rasa sehingga menimbulkan reaksi bagi pembaca dan imajinasi tentang pengalaman yang pernah terjadi dalam hidup mereka.
Mereka akan benar-benar merasakan saat matahari mulai tenggelam dengan pesonanya yang begitu indah.
3. Hal abstrak sering kali menjadi senjata dalam menulis puisi.
Perasaan cinta, dendam, kebencian, kebahagiaan dan keindahan merupakan hal abstrak yang selalu dimasukkan dalam puisi.
Ternyata hanya dengan hal abstrak seperti itu saja tidaklah cukup dalam menciptakan karya puisi yang hebat.
Hasilnya tidak akan menarik. Biasa saja.
4. Menambahkan keindahan abstrak dengan gambaran nyata pada puisi akan menjadi solusi mengenai hal ini sehingga akan memicu emosi pembaca.
Perhatikan lagi puisi di bawah ini :
Ketika sinar mentari sepi dan kian memudar,Saat isyaratmu, dedaunan ..Siang seperti hendak tenggelam,Wahai lembayung senja, apakah malam segera menjemput?
Kata “dedaunan” akan memberi gambaran lebih nyata kepada pembaca.
Anda juga dapat menambahkan kata yang lain seperti, bunga mawarikan hiu atau misalnya api yang berderak.

C. Berikan pesan dan kesan di akhir puisi

Tentu saja sebagai penutup dari sebuah puisi harus di akhiri dengan kalimat yang memberikan kesan dan pesan untuk pembacanya.
Kesan yang mendalam akan selalu diingat dan sesuatu yang dapat memicu reaksi emosional. Beri pembaca Anda bahan pemikiran, sesuatu untuk direnungkan setelah membaca puisi Anda.

3. Jadikan puisi lebih hidup

Ini bagian terakhir dari langkah Anda cara menulis puisi.
Saya percaya, Anda telah melalui semua langkah ini dengan benar. Dan tentu saja, Anda telah mempunyai satu puisi yang hampir berhasil Anda ciptakan.
Bagaimana, apakah Anda merasa bangga dengan karyamu ?
Jika belum, maka langkah terakhir ini akan menyempurnakan hasil puisi Anda.
Cara menulis puisi pada tahap terakhir adalah bagaimana menjadikan puisi Anda menjadi hidup. Adapun langkah-langkahnya yang harus Anda lakukan adalah :

A. Baca dan dengarkan puisi Anda

Dengan membaca dan sekaligus mendengarkan puisi hasil karya sendiri sejatinya Anda akan dapat merasakan, menilai apa saja hasil yang sudah Anda buat ini, layak atau mungkin masih ada kekurangannya.
Bacalah dengan lantang, layaknya seseorang sedang membaca puisi di atas panggung.
Lalu, pertimbangkan letak kekurangannya dan coba tandai dimana saja ada kata atau kalimat yang tidak enak didengar dan kurang memberi makna.
Karena puisi Anda masih bebas, maka Anda belum perlu memikirkan tentang rima, ritme atau hal lainnya (Untuk membahasnya, pada artikel selanjutnya saya akan coba uraikan).
Tugas Anda saat ini adalah menulis puisi bebas namun mempunyai makna mendalam sehingga layak dibagikan untuk banyak orang.
Baik, saya lanjutkan.

B. Perbaiki puisi Anda

Setelah Anda membaca, mendengar serta menilai hasil puisi Anda, maka kini saatnya menulis ulang kata atau kalimat mana saja yang perlu mendapatkan perbaikan.
Hilangkan kata-kata yang tidak perlu dan gantilah dengan kata yang menurut Anda lebih sesuai.
Sebagian orang menulis puisi sekali jadi, namun sebagian yang lain melakukannya berulang-ulang sambil terus melakukan perbaikan.
Jangan takut untuk menulis ulang jika sebagian puisi tidak sesuai. Beberapa puisi memiliki baris yang tidak menyampaikan suatu elemen dengan baik, dan baris ini dapat diganti.
Periksa secara cermat dan detail, lalu sesuaikan.

C. Coba bagikan puisi hasil karya Anda

Sulit untuk mengkritik karya Anda sendiri. Cobalah minta beberapa teman atau keluarga untuk membaca puisi Anda.
Anda mungkin tidak menyukai beberapa saran mereka, dan tidak perlu menuruti semua saran tersebut.
Tetapi Anda mungkin akan menemukan pencerahan yang dapat membuat puisi Anda menjadi lebih baik.
Saya lebih menyarankan agar Anda membagikan ke group khusus tentang puisi. Sepertinya mereka lebih kompeten dalam memberikan saran atau kritik untuk Anda.
Semakin banyak yang memberikan masukan, maka kesempatan untuk Anda menjadi lebih cerdas dalam menulis puisi akan semakin terbuka di kemudian hari.
Inilah awal sebuah langkah hebat Anda dalam menulis sebuah karya puisi.
Lakukan 3 langkah di bawah ini sebagai langkah terakhir menulis puisi:
1. Umpan balik itu baik.
Sebarkan puisi Anda dan mintalah teman-teman Anda untuk mengkritik karya puisi Anda. Katakan pada mereka untuk jujur, meskipun menyakitkan.
2. Jangan pernah minta maaf atas karya Anda saat dikritik, dan fokuslah untuk mendengarkan opini pembaca Anda.
Saring respons mereka, perhatikan dan abaikan, kemudian perbaiki puisi Anda jika menurut Anda memang perlu.
3. Tawarkan kritik pada karya orang lain sebagai imbalan.
Menawarkan umpan balik pada seseorang atas karya mereka dapat membantu Anda mengembangkan ketajaman mata, hati dan rasa yang dapat Anda terapkan terhadap karya Anda sendiri di masa mendatang.
cara menulis puisi
Itulah yang dapat saya jelaskan mengenai cara menulis puisi untuk pemula. Saya berharap Anda terus berlatih dan mengembangkannya.
(Sumber gambar : www.google.co.id)

O iya, ada tambahan tips untuk Anda.

Tips Membuat Puisi

  1. Bersikaplah dewasa setiap Anda mendapat kritikan. Berusahalah menerima dan menjadikan kritik sebagai jembatan menuju sesuatu yang lebih baik lagi. Sebagai solusi terbaik yang dapat Anda lakukan adalah bertanya pada seseorang yang mendukung Anda (dan juga menghargai seni kata dalam tulisan) untuk mengkritik Anda dengan halus.
  2. Dalam menulis puisi hendaknya Anda dalam kondisi tenang pikiran dan hati. Kegundahan sering kali justru tidak akan bisa memberikan hasil yang baik.
  3. Ide-ide sering kali spontan datang justru di waktu yang tak terduga. Jika ada, ini merupakan kabar baik. Segera tulis jika ide tersebut hadir. Imajinasi Anda akan semakin tajam jika Anda lebih respon terhadap situasi.
  4. Lakukan selalu langkah-langkah di atas dengan konsisten. Tidak lama lagi Anda akan menjadi seorang penyair hebat.

Inilah contoh puisi karya saya,
Isyarat malam
Ketika sinar mentari sepi dan kian memudar,Saat isyaratmu, dedaunan ..Siang seperti hendak tenggelam,Wahai lembayung senja, apakah malam segera menjemput?
Dan angin mendesah parau dikejauhanBurung-pun seakan enggan tenggelam dikegelapanOh malam, tak ada satupun mampu menahanmuHening dan lelap adalah isyarat malam
(Ditulis oleh: Dwi Rahayu Octaria)
*kutipan laman: https://aink.web.id/cara-menulis-puisi/#comment-20673
Selasa, 06 November 2018 0 komentar
BERMIMPI SEKALI LAGI

malam ini, mari bertemu sekali lagi dalam mimpi. beri jejak pada ruang kepalaku yang sudah agak berdebu ditinggal kau yang bosan. dalam mimpi nanti, untuk pertama kalinya, aku tidak ingin kita membicarakan siapa yang salah atau layak mati, siapa yang terbunuh, atau tentang perpisahan yang pernah.

kita sibuk saling mencintai saja.

saling meramaikan lengan yang sempat lengang dengan pelukan, atau merajam mati sebab-sebab pisah kita—yang lagi-lagi adalah jarak dan keakuan yang raksasa.

aku juga akan bersedia mendengarkan lagi perihal kecintaanmu pada kopi, pantai, lagu indie, kesepian, dan luka. meski aku tahu, aku tak akan pernah ada dalam daftar itu.

atau kalau kau berkenan, mari kita bicarakan bagaimana cuaca hari-hari kita tanpa satu sama lain. bagaimana gaungnya jerit di malam yang jauh, kopi yang tak pernah lagi tandas, atau puisi yang kian sekarat.

*

mari membicarakan cinta yang itu-itu saja. semoga kekal, meski dengan terbangunnya aku dini hari nanti memutus segala yang beraroma kau dalam mimpi, setidaknya kau kembali hadir—membersihkan apa-apa yang berdebu, mengisi segala yang sempat hampa, pun menolong yang hampir mati.


hingga kesukaanku pada luka kian bertambah.
karena kau, kembali menjadi bebat. yang olehnya,

aku rela berdarah-darah.



-jenn
#PleiadesChaser
From : kumpulan puisi
Senin, 29 Oktober 2018 0 komentar
[Batin yang Keruh]

Tuan,
saya sudah mengenalmu sejak
beratus-ratus purnama yang lalu.
Saya tahu bahwa kamu tak pandai membebat luka sendirian, dan menguburnya dalam-dalam.
Janganlah kamu berpura-pura bahagia atau baik-baik saja, saya tahu yang sebenarnya,
jujurlah pada saya, dan dirimu sendiri.

Saya tak mau memaksamu untuk lekas bercerita,
yang selalu saya katakan adalah kapanpun kamu butuh seorang untuk berkeluh kesah,
saya selalu di tempat yang sama.


Lalu semalam suntuk kamu bercerita,
tentang segala luka yang kamu pendam sendirian.
Saya sangat yakin kamu sedang tidak baik-baik saja, hanya dengan mendengar suaramu via panggilan suara, saya sudah mengerti bahwa kamu sedang nestapa.

Kamu merasa tak diinginkan, tak berguna, tak punya apa-apa dan siapa-siapa, ingin menghilang, dan hanya menjadi beban; semua hancur.
Kamu berkata bahwa kamu butuh pelampiasan, mungkin rokok yang akan menjadi teman, atau apapun itu selagi bisa melupakan sejenak semua masalah dan membuat tenang.
Kamu menyalahkan dirimu sendiri atas semua masalah yang datang bersamaan.
Kamu meracau, bingung harus bagaimana lagi, ingin bunuh diri, namun mati hanya akan menimbulkan masalah baru. Lalu yang terakhir, kamu bicara perihal rusak dan siapa yang lebih dahulu pulang—kamu atau saya.

Tuan, akan saya beri tahu tentang sesuatu yang sering kamu lupa :
Kamu adalah seorang pria hebat yang saya kenal.
—Saya selalu kagum akan bakatmu dalam sinematografi dan fotografi, semua hasil pekerjaanmu mampu membuat saya terkesima. Acap kali kamu merendah dan bilang bahwa kamu masih pemula, saya selalu membalasnya dengan “Tak apa, semuanya itu butuh proses. Pemulamu saja bagus, apalagi jika sudah ahli”. Di beberapa waktu, kamu merasa sangat jatuh, hobi yang kamu lakukan dipandang sebelah mata, lalu karyamu dihina, tapi kamu berhasil bangkit kembali, dan selalu berseri-seri ketika membahas tentang hobimu.

Kamu berguna, kamu punya saya : tempatmu untuk merebahkan lelah dan bercerita.
—Dahulu saat saya dirundung dan sakit, kamu tak kenal lelah perihal menyemangati saya. Hingga saya bisa bangkit kembali, dan tertawa. Sekarang posisinya yang berbeda. Tuan, jangan takut ditinggalkan, meski semua orang di sekitarmu pergi, tetapi saya tidak. Tenang saja, saya akan selalu menggapai tanganmu saat terjatuh dan membantu mengobati lukamu agar lekas sembuh.

Kamu menjadi salah satu alasan saya untuk terus bertahan hidup, dan menulis.
—Sudah banyak karya saya yang saya buat, dan kamu menjadi salah satu pemeran utamanya. Jangan merasa rendah diri, kamu adalah kamu. Dengan segala kelebihan dan kekuranganmu.
Kamu tahu mengapa kamu menjadi salah satu alasan saya untuk tetap hidup? Karena saya masih ingin berbagi banyak hal, menghabiskan waktu bersamamu, bertemu kembali dan saling membuat tawa. Jadi, jangan lagi merasa ingin bunuh diri, dan terus bertahan hidup, ya? Perihal siapa yang lebih dahulu pulang—itu takdir Ilahi, tapi sekarang mari kita sama-sama berjuang.

Kamu bukan beban.
Kamu adalah anugerah,
berarti, dan layak bahagia.


Maaf, saya belum bisa datang ke kotamu.
Saya hanya mampu mendengarkan ceritamu melalui gawai. Tapi percayalah, dengan segala keterbatasan ini, saya ingin melihatmu bahagia kembali.

Oh ya, jika tuan ingin menangis,
maka menangislah sepuas-puasnya.
Tak apa, pria juga berhak untuk berduka.
Tapi tolong jangan sakiti dirimu, ya?
Saya yakin kamu kuat dan mampu melewati semua ini. Saya tahu kamu sejak dahulu, saya mengerti bagaimana kamu berproses dari anak-anak hingga detik ini, saya tahu kenapa dan bagaimana kamu bertahan. Di masa lalu kamu bisa melewatinya, dan saat ini pun kamu pasti bisa!


[Notabene :
Tulisan ini untuk seorang tuan di kota hujan :
                                             Kafin Samudra.

Tuan, jika kamu membaca ini,
saya tak akan memarahimu karena pesan saya hanya dibiarkan bercentang dua biru,
saya hanya ingin kamu tahu bahwa saya tak ingin kamu terus bersedih. Yang kuat, ya?

Dan tulisan ini jua untuk jiwa-jiwa yang sedang di ambang nelangsa.

Kita sama-sama sedang berjuang,
jangan menyerah di tengah jalan!]


Tertanda,
2712 // Untuk kamu yang membaca tulisan ini : Aku menyayangimu, kamu tidak sendirian di semesta ini.
#Kisah2712
#KitaBersua
Sabtu, 27 Oktober 2018 0 komentar


tugasku hanya menjaga dan percaya, terserah jika kau ingin memberi kecewa.
jika kau baik untukku, kita pasti tetap bersama.


Jumat, 26 Oktober 2018 0 komentar

To Lisan




menulis gagasan tak semudah menulis cita cita
cita cita tak semudah terwujud
wujud tak selamanya nyata
nyata selalu benar
benar .....
iya benar....
 gagasan timbul 
dari cita cita 
yang diwujudkan dengan nyata
dan menjadi sebuah kata.... benar !!!

Senin, 22 Oktober 2018 0 komentar

to Lisan


 Pernah utarakan sepi..
Pernah utarakan rindu..
            Tapi..
Bukan pada apa yang kita tuju..

                                     g.,m

                                                                            Apa yang mengitarimu..
                                                                      iya lah yang memperhatikanmu..
                                                                        siapa yang memperhatikanmu..
                                                                                 iya lah rinduku..

                                                                                                        g.,m



Dia pernah fana..
Dia pernah fatamorgana..
Dia bayangan..
Dia bahagiaku...
0 komentar

AksarA

Tenang waktu ku untuk mu,
Sedang waktu  mu boleh
kau berikan kepada siapa saja..

                                      A.A.S

                                                           Aku ingin bertemu, banak hal
                                                           yang ingin aku ceritakan.
                                                          Ah.. kalimat itu terlalu egois,
                                                          Bagaimana kalu aku ingin bertemu,
                                                          Aku ingin tau kabarmu, Aku ingin
                                                          memastikan kau baik baik saja
                                                          itu saja.....

                                                                                                     K.A.W

     Tidak ada yang lebih tabah
manampung sedihmu selain aksara
 dengan nya diam mu mempesona
         sedihmu pelipur lara
dan bahagiamu mengharu biru

                                    -mt'rain

                                                                 Layaknya tradisi yang enggan lepas.,
                                                                 Tangan mu yang tergenggam.,
                                                                           pun tak ku lepas jua.....

                                                                                                   G.moys
Boleh  kah mendamba...
  Sedang ku memuja....

                           G.moys





aksara layak di sandingan
 pun kau tiada.
Jumat, 20 Juli 2018 0 komentar

APA

Apa...


Apa itu yg selalu kau sebutt
Apa itu yang selalu kau sayang
Apa itu yang selalu kau jaga

Apa ituu.....

Apa salah... Semua yg ku sebut
Apa salah.. semua yg ku sayang
Apa salah.. semua yang ku jaga

Apa salahh....

Jika benar semua yang ter sebut
Jika benar semua yang ter sayang
Jika bemar semua yang ter jaga

Jika benarr...

Kenapa terus saja alasan itu... Yang menciptakan rasa ragu yang menimbulkan rindu...


T . P 
Rabu, 27 Juni 2018 0 komentar

TAK PERLU KAU TUTUPI LAGI

Tidak perlu aku tutupi lagi
kau pandai menyimpan pahit pada matamu,
Kau mahir menyembunyikan kepedulian
pada gerak gerikmu melihat sosial medianya.
Kau masih ada debar jika seseorang menyebut namanya.
dan kau masih tak tahu sampai kapan akan bertahan padanya.

Tidak perlu kau tutupi lagi.



Menangislah sampai kau merasa tenang,

sebab air matamu takkan lagi terasa nyeri
jika kau tau,
Cara terbaik mengubah luka ialah menjadi doa.

Pada akhirnya kau hanya butuh didengar

bukan mendengarkan.
Sebab banyak dari kita memberikan saran dan masukan
bagai setiap orang yang hatinya patah karena perasaan,
padahal dalam kirinya sendiri hancur dan berantakan.
Ia adalah yang sebenarnya butuh sekali didengar.

-pengedardiksi
#pengedardiksi
 
;